Pages

Test Footer

Labels


Categories

Test Footer 2

Kamis, 30 Agustus 2012

Indonesia Hijau dan Lestari Bersama Hortikultura

MEDAN -- Menteri Pertanian Suswono menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) 2012, yang dilaksanakan di Kota Medan pada tanggal 20 – 24 Juni 2012. PF2N tahun ini menurutnya begitu istimewa karena diselenggarakan bersamaan dengan momentum Visit Medan Year 2012 serta dalam rangkaian acara Ulang Tahun Kota Medan ke- 422. 

Karena itu, Suswono berharap PF2N 2012 dapat menjadi ajang promosi nasional yang bertaraf internasional untuk mempromosikan aneka produk hortikultura dan potensi hortikultura nasional, serta perkembangan teknologi kepada masyarakat umum.

“Melalui PF2N 2012 ini, saya berharap hortikultura Indonesia dapat berperan mendukung terwujudnya sasaran Indonesia sehat 2020 dan berperan dalam pertumbuhan “green economy” serta ikut aktif menjadikan Indonesia hijau dan lingkungan yang lestari”, tambahnya.

Lebih lanjut, Suswono menjelaskan bahwa beberapa dekade terakhir, produksi hortikultura nusantara telah meningkat sebagai dampak positif dari aktivitas para pelaku usaha hortikultura yang sudah menerapkan budidaya yang baik dan pascapanen yang baik pula. Kementerian Pertanian pun tidak henti-hentinya mengawal upaya pemberdayaan kelembagaan petani, penguatan kemitraan usaha yang saling menguntungkan, dukungan teknologi dan informasi hingga ke pembangunan infrastruktur hortikultura yang dapat meningkatkan produktivitas dan mutu produk, baik untuk konsumsi domestik maupun untuk substitusi impor dan penguatan ekspor.

Selanjutnya, Mentan menegaskan bahwa peningkatan daya saing produk hortikultura nusantara adalah sudah menjadi keharusan. “Salah satu tantangan kita adalah bagaimana menekan impor dan sekaligus juga meningktkan ekspor. Selain itu juga perlu ada pembenahan dalam hal produksi selain berupaya keras membenahi sisi logistik, menjamin distribusi buah-buahan ke pasar dengan biaya transport dan handling terjangkau, serta sistem perdagangan yang kondusif, yang berpihak kepada petani agar petani lebih bersemangat untuk menghasilkan produk bermutu prima”, Tegas Suswono.

Sementara itu, Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya mengatakan, dipilihnya Sumatera Utara khususnya Kota Medan sebagai tuan rumah PF2N 2012 adalah sebuah kehormatan mengingat even ini bertaraf nasional. Apalagi lanjut dia, PF2N merupakan ajang promosi hortikultura Indonesia. Sumatera Utara sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu daerah sentra hortikultura di Indonesia. Bahkan produk hortikultura Sumatera Utara seperti buah-buahan dan sayuran, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi juga mampu memenuhi pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Korea, dan Ukraina.

Sedangkan Hasanuddin Ibrahim, Dirjen Hortikultura sekaligus ketua pelaksana PF2N 2012 melaporkan bahwa PF2N 2012 ini adalah pelaksanaan kelima yang sebelumnya diselenggarakan di kota Tomohon, Batam, Tangerang, dan Denpasar. Untuk pelaksanaan PF2N 2013 akan diselenggarakan di kota Jogjakarta. Kegiatan PF2N 2012 tidak hanya memamerkan produk hortikultura, kegiatan pendukung seperti pameran dan bursa hortikultura, jambore varietas sayur dan buah-buahan, aneka lomba dan kursus terkait produk hortikultura, workshop dan seminar agribisnis working group antara Indonesia dengan Singapura, parade mobil hias, pelepasan ekspor buah-buhan dan sayur ke Singapura, kontak bisnis antar pelaku usaha dari berbagai daerah dan luar negeri, agrowisata ke tanah Simalem yang mengembangkan produk hortikultura organik, serta berbagai hiburan rakyat.

Peserta aktif pameran PF2N 2012 terdiri dari pelaku usaha dan produsen hortikultura, pengusaha benih, pupuk, dan pestisida, serta sarana prasarana perbenihan, penyedia jasa hortikultura, instansi pemerintah dari mulai tingkat pusat, propinsi, kabupaten dan kota, termasuk juga lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Jumlah stand yang disediakan panita berjumlah 108. Diharapkan selama pelaksanaan PF2N 2012 yang akan ditutup pada tanggal 24 Juni 2012, akan dihadiri 50 ribu pengunjung.

Dalam kunjungannya, Suswono didampingi oleh Walikota Medan, Rahudman Harahap, Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara, HM Roem, Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Turut dalam rombongan, antara lain Wakil Gubernur DIY, Pakualaman IX, Dirjen Hortikultura, Hasanuddin Ibrahim, Staf Khusus Menteri Bidang Efesiensi Pembangunan Pertanian dan Hasim Danuri, dan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriwan.

Pada kesempatan itu juga, Suswono mengajak seluruh stakeholder hortikultura dapat meningkatkan kerjasama dan keterpaduan antar petani, gapoktan, swasta, masyarakat dan pelaku usaha lainnya secara bersama-sama untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan PF2N 2012, yaitu mewujudkan “Hortikultura Inovatif dan Kreatif Menuju Hidup Sehat dalam Lingkungan Lestari”.

Di akhir pembukaan PF2N 2012, sejumlah Gapoktan melakukan penandatanganan MOU dengan Asosiasi Ekspor Sayur Buah Indonesia (AESBI) yang akan mengekspor lobak dan pisang ke Singapura. Sumber Berita : Tim Media Deptan (Update Tanggal : 21-Jun-2012, 09:38:14)

Alih Fungsi Lahan dan Rusaknya Irigasi Jadi Ancaman Pertanian di Pulau Jawa

Purwakarta - Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan menyebut dua hal yang masih menjadi penghambat pertanian di Pulau Jawa yaitu alih fungsi lahan dan rusaknya irigasi. Padahal selama ini, pembangunan pertanian khususnya peningkatan produksi padi masih terfokus di Pulau Jawa karena lahan di Pulau Jawa pada umumnya lebih subur dibanding di luar Pulau Jawa. 

"Jaringan irigasinya relatife lebih baik dan organisasinya sudah lebih mapan," jelasnya saat melakukan acara panen padi di Kecamatan Bungursari, Purwakarta beberapa waktu lalu.

Dikatakan Wamentan, rusaknya jaringan irigasi yang telah ada dan kurangnya pembangunan waduk dan jaringan irigasi yang baru menyebabkan menurunnya daya dukung infrastruktur terhadap peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di Pulau Jawa.

Untuk itu, diperlukan rencana aksi yaitu meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperbaiki waduk, jaringan irigasi dan pemanfaatan air tanah dan air permukaan melalui pompanisasi serta melakukan koordinasi dengan pemda untuk membangun dan merehabilitasi jalan usaha tani dan jalan produksi.

Sementara itu, terkait dengan alih fungsi lahan, Wamentan mengatakan hingga saat ini Pulau Jawa mengalami penyusutan lahan yang cukup tinggi. "Alih fungsi ini ancaman yang sangat serius bagi keberlangsungan sektor pertanian. Salah satu provinsi yang alih fungsi lahan pertaniannya cukup tinggi yaitu Jawa Barat yang mencapai 3000 hektare per tahun. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan regulasi untuk mengatasi persoalan itu. Akan tetapi pada kenyataannya payung hukum tersebut, belum mampu membendung arus alih fungsi," katanya.

Lebih lanjut dikatakan Wamentan, saat ini tren alih fungsi mengalami perubahan. Jika dulu lahan sawah diubah fungsinya menjadi pemukiman atau  lahan industri, saat ini berubah menjadi fasilitas khusus dan fasilitas umum serta area perkebunan. Seperti yang terjadi di Banten dan Sumedang, dimana lahan sawah berubah menjadi perkebunan sawit.

Menurut Wamentan, seharusnya lahan itu tetap dipertahankan sebagaimana fungsinya. Pulau Jawa, berdasarkan acuannya, lahan sawahnya harus dilindungi dan tidak boleh beralih fungsi lagi. Hal ini dilakukan untuk mendukung ketersediaan bahan pangan terutama beras secara nasional apalagi Kementerian Pertanian telah menargetkan bahwa pada 2014 mendatang, Indonesia harus surplus beras 10 juta ton. "2014 mendatang, Indonesia harus surplus beras 10 juta ton. Untuk itu jika tidak didukung oleh semua pihak, beban ini sangat berat," ujarnya.

Untuk itu, secara khusus Wamentan meminta supaya setiap kepala daerah berkomitmen untuk mempertahankan sawah pertanian, termasuk Purwakarta, meskipun luasan sawahnya sedikit namun harus tetap dilindungi. Bila perlu, petani yang bisa mempertahankan sawahnya diberi insentif.

Sumber: Biro Umum dan Humas Deptan (Update Tanggal : 14-May-2012, 11:49:59)

Labels